Rabu, 23 September 2015

cerpen



ADA INHIBITOR DIANTARA KITA


Ada katalisator pasti terdapat juga inhibitor. Itu adalah dua sisi yang saling terkait satu sama lainnya. Sama halnya didunia ini selalu ada dua sisi berbeda yang memberi seberkas warna dalam kehidupan. Hitam putih kehidupan itulah yang memberikan panaroma tersendiri. Hal itulah yang membuat kehidupan Arfan dan Nuvi bergelombang naik turun bagai pasang surut di pantai. Berawal dari perjumpaan mereka di sebuah tempat yang penuh dengan tempelan tempelah rumus integral, diferensial, matrik dan trigonometri. Nuvi seorang gadis pendiam itu duduk termenung melihat satu persatu rumus yang menempel di dinding itu. “dek , kamu ngak masuk apa ? ayo mulai pelajaran”. Sahut salah satu guru berhidung panjang yang tak dikenal Nuvi sebelumnya. Mata Nuvi memancar seperti sprektum gelombang mejikuhibiniu saat pak guru tersebut memulai perkenalan. “perkenalkan adek-adek nama saya Arfan, kalian bisa panggil saya kak Arfan.” Pak Arfan memulai perkenalan terhadap satu persatu teman teman Nuvi sampai perkenalan terakhir jatuh pada Nuvi. Nuvi masih termenung melihat pancaran ketampanan pak Arfan tersebut hingga teman teman Nuvi memanggil namanya tiga kali dengan frekuensi bunyi yang tinggi. “maaf sebelumnya pak dan teman teman , perkenalkan nama saya Nuvi”. Tampak senyum manis pak Arfan semanis gula fruktosa saat mendengar dan melihat perkenalan gadis itu. Setelah perkenalan yang cukup panjang pelajaran dimulai. Seiring berjalannya detik jam dinding. Pelajaranpun dihentikan. Nuvi berpamitan pada pak Arfan. Saat berjalan keluar menuju tempat sepeda Nuvi bersemayam. pak Arfan menghentikan langkah Nuvi seraya tersenyum manis. Nuvi membalas senyum manis guru itu dengan menyapa salam.
Tiga tahun bukanlah waktu yang sebentar. Tampak garis garis kerut di kening Nuvi seakan ada sesuatu yang dipikirkan. “ sudah tiga tahun kita tak bertemu pak”. Nuvi berbicara sendiri didepan laptop sambil termagut magut. Tiga tahun yang lalu adalah waktu dimana Nuvi dan teman teman diwisuda karena telah menyelesaikan bimbingan di lembaga belajar Aritmatik dan matematika. Di depan laptop Nuvi asyik dengan facebook nya, ya sosial media itulah yang sering digunakan oleh anak muda jaman sekarang tak terkecuali Nuvi. Awalnya iseng iseng tulis nama “Arfan” di pencarian aplikasi itu. Tersentak Nuvi kaget karena di pencarian tersebut muncul akun milik pak Arfan dengan foto profilnya yang menurut Nuvi tak ada bedanya (sama sama tampan). Hati Nuvi bermelodi karena setelah tiga tahun lamanya tak kontak dengan guru tersebut. Nuvi segera mengeChat pak Arfan. Setelah tujuh hari menunggu balasan akhirnya pun di balas. Dari situlah mereka semakin dekat layaknya adek kakak yang saling memotivasi. Setelah tiga bulan berlalu ada riak riak cinta diantara mereka. Tapi Nuvi masih bingung karena dia tahu kalau pak Arfan sudah mempunyai kekasih. Lain halnya dengan pak Arfan , dia tak merasa hal itu beban. Nuvi mencoba meyakinkan pak Arfan untuk jangan terlalu mendekatinya tapi pak Arfan bertolak belakang dengan keinginan Nuvi. dia semakin mendekati Nuvi seakan ada katalisnya.
Setelah Nuvi semakin percaya kepada pak Arfan. Hal yang ditakutkan Nuvi terjadi. Sang kekasih tersebut membikin hubungan antara Nuvi dan pak Arfan semakin retak. Nuvi anggap mungkin ini sudah takdir Tuhan inhibitor itu datang.  Nuvi yakin mereka pasti akan dipertemuka lagi saat Nuvi mencapai kesuksesan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar