ADA INHIBITOR DIANTARA KITA
Ada katalisator pasti terdapat juga
inhibitor. Itu adalah dua sisi yang saling terkait satu sama lainnya. Sama
halnya didunia ini selalu ada dua sisi berbeda yang memberi seberkas warna
dalam kehidupan. Hitam putih kehidupan itulah yang memberikan panaroma
tersendiri. Hal itulah yang membuat kehidupan Arfan dan Nuvi bergelombang naik
turun bagai pasang surut di pantai. Berawal dari perjumpaan mereka di sebuah
tempat yang penuh dengan tempelan tempelah rumus integral, diferensial, matrik
dan trigonometri. Nuvi seorang gadis pendiam itu duduk termenung melihat satu
persatu rumus yang menempel di dinding itu. “dek , kamu ngak masuk apa ? ayo
mulai pelajaran”. Sahut salah satu guru berhidung panjang yang tak dikenal Nuvi
sebelumnya. Mata Nuvi memancar seperti sprektum gelombang mejikuhibiniu saat
pak guru tersebut memulai perkenalan. “perkenalkan adek-adek nama saya Arfan,
kalian bisa panggil saya kak Arfan.” Pak Arfan memulai perkenalan terhadap satu
persatu teman teman Nuvi sampai perkenalan terakhir jatuh pada Nuvi. Nuvi masih
termenung melihat pancaran ketampanan pak Arfan tersebut hingga teman teman Nuvi
memanggil namanya tiga kali dengan frekuensi bunyi yang tinggi. “maaf
sebelumnya pak dan teman teman , perkenalkan nama saya Nuvi”. Tampak senyum
manis pak Arfan semanis gula fruktosa saat mendengar dan melihat perkenalan
gadis itu. Setelah perkenalan yang cukup panjang pelajaran dimulai. Seiring
berjalannya detik jam dinding. Pelajaranpun dihentikan. Nuvi berpamitan pada
pak Arfan. Saat berjalan keluar menuju tempat sepeda Nuvi bersemayam. pak Arfan
menghentikan langkah Nuvi seraya tersenyum manis. Nuvi membalas senyum manis
guru itu dengan menyapa salam.
Tiga tahun bukanlah waktu yang
sebentar. Tampak garis garis kerut di kening Nuvi seakan ada sesuatu yang
dipikirkan. “ sudah tiga tahun kita tak bertemu pak”. Nuvi berbicara sendiri
didepan laptop sambil termagut magut. Tiga tahun yang lalu adalah waktu dimana
Nuvi dan teman teman diwisuda karena telah menyelesaikan bimbingan di lembaga
belajar Aritmatik dan matematika. Di depan laptop Nuvi asyik dengan facebook
nya, ya sosial media itulah yang sering digunakan oleh anak muda jaman sekarang
tak terkecuali Nuvi. Awalnya iseng iseng tulis nama “Arfan” di pencarian
aplikasi itu. Tersentak Nuvi kaget karena di pencarian tersebut muncul akun
milik pak Arfan dengan foto profilnya yang menurut Nuvi tak ada bedanya (sama
sama tampan). Hati Nuvi bermelodi karena setelah tiga tahun lamanya tak kontak
dengan guru tersebut. Nuvi segera mengeChat pak Arfan. Setelah tujuh hari
menunggu balasan akhirnya pun di balas. Dari situlah mereka semakin dekat
layaknya adek kakak yang saling memotivasi. Setelah tiga bulan berlalu ada riak
riak cinta diantara mereka. Tapi Nuvi masih bingung karena dia tahu kalau pak
Arfan sudah mempunyai kekasih. Lain halnya dengan pak Arfan , dia tak merasa
hal itu beban. Nuvi mencoba meyakinkan pak Arfan untuk jangan terlalu
mendekatinya tapi pak Arfan bertolak belakang dengan keinginan Nuvi. dia
semakin mendekati Nuvi seakan ada katalisnya.
Setelah Nuvi semakin percaya kepada
pak Arfan. Hal yang ditakutkan Nuvi terjadi. Sang kekasih tersebut membikin
hubungan antara Nuvi dan pak Arfan semakin retak. Nuvi anggap mungkin ini sudah
takdir Tuhan inhibitor itu datang. Nuvi
yakin mereka pasti akan dipertemuka lagi saat Nuvi mencapai kesuksesan.

